Turun 35% dari Level Tertinggi, Sudah Murahkah Harga Emas?

Banyak pihak yang pasti tertarik membeli, melihat harga emas turun hingga nyaris 35% dari level tertingginya. Emas saat ini dijual seharga US$ 1.242 per ounce, menurun tajam dari rekor tertingginya US$ 1.895 per ounce. Namun untuk menentukan harga tersebut masih mahal atau murah ternyata bukanlah perkara mudah.

Investasi emas tak perlu membayar suku bunga dan tak menghasilkan uang seperti kebanyakan orang menilai banyak jenis investasi. Namun ternyata sekarang harga emas masih belum cukup murah untuk dibeli.

Seperti dikutip dari USA Today, Jumat (5/7/2013), secara teori, emas akan semakin berhaga saat nilai tukar uang menurun, biasanya melalui inflasi. Praktiknya, anggapan tersebut seringkali keliru. Pada 1981, saat inflasi melambung di level 10,4%, harga emas di akhir tahun berada di level US$ 398 per ounce.

Menurut World Gold Council, pada 2009, saat Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan harga atau deflasi, harga emas justru naik 30% menjadi US$ 1.088 per ounce.

Kemerosotan harga emas terbaru terjadi selama masa pencetakan uang di Bank Sentral Amerika (The Fed). Kebijakan quantitative easing The Fed seharusnya bisa meningkatkan inflasi.

Namun indeks harga konsumen, langkah utama pemerintah menaikan harga, hanya meningkat 1,4% dalam 12 bulan terakhir. Dengan begitu, harga emas akan berada di level rendah dan nilai dolar menguat di pasar internasional.

Barang murah cenderung dikhawatirkan menjadi persoalan dan begitu juga kebanyakan penambang emas ternyata juga memiliki masalah. Persoalannya adalah dimana harga emas bergerak di luar prediksi. Jika emas bisa diproduksi seharga US$ 1.000 per ounce, maka pendapatannya akan berlipat ganda saat harga emas naik dari US$ 1.200 menjadi US$ 1.400 per ounce.

Harga saham seharusnya mengikuti pergerakan pendapatan tersebut. Namun saham pertambangan emas tetap di bawah meski harga emas sempat berada di level tinggi dalam beberapa tahun ke belakang.

Namun bagi para investor yang sabar, saham pertambangan emas mungkin memiliki beberapa prospek. Tentu saja lebih baik membeli emas saat harganya turun dibanding saat harganya naik.

Yang belum terjawab adalah, apakah harga emas memang sudah sangat rendah untuk dibeli. Sayangnya, meski harga sudah terhitung rendah, namun harga emas masih belum cukup murah untuk dibeli.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com